Waspada 5 Jenis Disabilitas yang tersebut Sering Dialami Pasien Stroke

Estimated read time 2 min read

Stroke adalah penyakit pembuluh darah otak. Ketika pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah, sebagian otak tak mendapatkan pasokan darah yang mana menghadirkan oksigen yang dimaksud diperlukan, sehingga terjadi kematian sel/jaringan.

Oleh oleh sebab itu itulah, pasien stroke rentan mengalami disabilitas pasca serangan. Dan jenis disabilitas yang dialami pun sanggup beragam.

Dokter Spesialis Akupunktur Medik Subspesialis Akupunktur Analgesia serta Anestesi RSPI Pondok Indah, dr. R. Handaya Dipanegara, menjelaskan bahwa pasca serangan stroke, gangguan yang dimaksud paling rutin dialami yaitu kemampuan motorik juga sensorik berubah atau bahkan hilang sebanding sekali.

“Kementerian Aspek Kesehatan RI menyatakan bahwa sebanyak 2 dari 3 pasien stroke kerap mengalami disabilitas. Jenis disabilitas yang dialami oleh setiap pasien berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan serta bagian otak yang mana terkena dampak,” ujar dr. R. Handaya melalui keterangan yang tersebut diterima suara.com, Kamis (14/12/2023).

Lalu, apa hanya jenis disabilitas yang tersebut dapat dialami oleh pasien stroke?Berikut ini risiko disabilitas pasien stroke yang digunakan harus diwaspadai:

1. Disabilitas fisik seperti kelemahan atau kehilangan sebagian atau seluruh kontrol otot, gangguan aksi dan juga koordinasi, gangguan keseimbangan, kesulitan menelan atau disfagia, hingga pembaharuan pendapat yaitu disfonia.

2. Disabilitas kognitif seperti gangguan berbicara juga berbahasa, kesulitan mengingat informasi tertentu, juga kesulitan untuk memusatkan perhatian.

3. Disabilitas emosional lalu psikologis, salah satu contohnya dapat menyebabkan pasien mengalami depresi ataupun gangguan emosi.

4. Gangguan sensorik, seperti berkurangnya penglihatan atau pendengaran.

5. Gangguan fungsi organ, seperti kesulitan mengontrol buang air besar atau buang air kecil.

Pasien stroke yang mengalami disabilitas memerlukan penanganan yang digunakan komprehensif. Penanganan ini dapat meliputi terapi pengobatan, terapi fisik, terapi okupansi, hingga terapi wicara. Bahkan, bisa jadi juga diberikan terapi akupuntur sebagai pendamping.

Dengan penanganan yang tepat, pasien stroke dapat belajar untuk mengatasi disabilitas dia kemudian menjalani keberadaan yang mana berkualitas.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours