Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang Telah Diresmikan Presiden Joko Widodo serta Siap Menyambut Natal 2023

Estimated read time 3 min read

Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang siap menyambut perayaan Natal umat Katolik pada Kupang tahun ini.

Kementerian Pekerjaan Umum kemudian Perumahan Rakyat (PUPR) sudah menyelesaikan rekonstruksi Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang, yang dimaksud terletak dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bangunan ini  terdampak bencana Badai Seroja, yang dimaksud melanda Daerah Perkotaan Kupang, pada April 2021.

Peresmian Gereja Katedral Kupang secara seremonial diadakan dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga Uskup Agung Kupang Petrus Turang, Rabu siang (6/12/2023). 

Presiden Jokowi mengatakan, selama ini, Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang  belum pernah direnovasi atau dibangun kembali. Tetapi pada 2021, Gereja Katedral ini terdampak Badai Seroja, sehingga pilar kemudian atapnya rusak berat juga membahayakan para jemaat.

“Setelah direnovasi dan juga dibangun kembali,  waktu saya masuk tadi, betul terkagum-kagum. Interior pada dalamnya sangat bagus sekali, indah sekali,” kata Presiden Jokowi.

Ia menyampaikan, renovasi Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang dilaksanakan secara menyeluruh, dengan merancang gereja yang lebih tinggi luas dari bangunan sebelumnya.

Gereja Katedral Kupang yang dimaksud baru, dengan kapasitas 1500 jemaat ini tiada semata-mata digunakan untuk tempat beribadah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, menyediakan ruang untuk berdialog, mempererat persaudaraan, mempererat kerukunan untuk memperkokoh persatuan bangsa.

“Hari ini kita betul-betul bisa saja mengamati sama-sama wajah baru Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang yang digunakan megah, yang mana indah, yang dimaksud tetata rapi.  Gereja bersejarah yang digunakan menjadi bagian dari keberadaan Gereja Katolik di dalam Daerah Perkotaan Kupang,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan,  pembangunan infrastruktur keagamaan ini dapat meningkatkan upaya hidup rukun sama-sama untuk menciptakan lingkungan yang mana berbudaya, beradab, serta menjunjung tinggi nilai moral.

Gereja Kristus Raja Katedral Kupang mempunyai luas lahan 4.266 m2, dengan luas bangunan utama gereja 2.066 m2, bangunan sekretariat paroki 876 m2, menara 9 m2, lalu rumah panel/genset 24 m2. Renovasi Gereja Katolik Kristus Raja Katedral Kupang dilaksanakan sejak 2021,  dengan anggaran APBN senilai Rp24 miliar.

Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang berdiri sejak 1962 yang mana berawal dari rumah pastor. Dalam perjalanannya, pasca Keuskupan Agung Kupang terbentuk sebagai bentuk perluasan Keuskupan Atambua, rumah pastor yang dimaksud dijadikan sebagai Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang.

Selama ini, bangunan gereja yang dimaksud belum pernah direhabilitasi, kecuali pada tahun 1995 ada penambahan di area bagian samping dengan konstruksi balkon.

Gereja Katedral menjadi bagian sejarah keberadaan Gereja Katolik dalam Perkotaan Kupang sekaligus objek wisata religi pada Perkotaan Kupang yang digunakan berjarak sekitar 13 km dari Bandara Internasional El Tari Kupang atau dapat ditempuh sekitar 25 menit via jalur darat.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours