2 Manfaat Terapi Akupuntur Usai Serangan Stroke, Bisa Cegah Kecacatan?

Estimated read time 3 min read

Setelah serangan stroke, pasien perlu melakukan terapi untuk mengatasi fungsi tubuh seperti semula. Fungsi lain dari terapi juga termasuk menurunkan risiko kecacatan. Salah satu jenis terapi yang tersebut mampu diberikan terhadap pasien stroke adalah akupuntur.

Dokter Spesialis Akupunktur Medik Subspesialis Akupunktur Analgesia kemudian Anestesi RSPI Pondok Indah, dr. R. Handaya Dipanegara, menjelaskan bahwa pasca serangan stroke, gangguan yang tersebut paling banyak dialami yaitu kemampuan motorik kemudian sensorik berubah atau bahkan hilang mirip sekali.

“Kementerian Bidang Kesehatan RI menyatakan bahwa sebanyak 2 dari 3 pasien stroke kerap mengalami disabilitas. Jenis disabilitas yang tersebut dialami oleh setiap pasien berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan serta bagian otak yang mana terkena dampak,” ujar dr. R. Handaya melalui keterangan yang mana diterima suara.com, Kamis (14/12/2023).

Dan menurut dr. R. Handaya, ternyata terapi akupuntur untuk pasien stroke ini direkomendasikan oleh Organisasi Bidang Kesehatan Global atau WHO. Terapi akupuntur dapat diberikan sebagai pendamping, selain terapi pengobatan, terapi fisik, terapi okupansi, hingga terapi wicara.

“Tidak sedikit uji klinis yang tersebut telah lama membuktikan bahwa metode akupuntur mampu memberikan dampak positif terhadap pasien stroke, baik melalui terapi etiologi (penanganan terhadap penyulut atau akar permasalahan kesehatan), maupun terapi simtomatik atau penanganan terhadap gejala yang dimaksud timbul,” paparnya.

Menurut dokter yang digunakan juga berpraktik pada RSPI Bintaro Jaya ini, akupuntur bisa jadi bantu merangsang berbagai titik di area permukaan tubuh untuk menyeimbangkan fungsi organ.

Selain itu, akupuntur pada pasien stroke bekerja dengan cara menghambat reaksi inflamasi atau peradangan pasca terjadi pendarahan atau stroke iskemik, juga mampu merangsang peningkatan sel-sel saraf baru lalu pembuluh darah, sehingga mempengaruhi kemampuan saraf untuk beradaptasi.

“Mekanisme efek pengkondisiannya meliputi peningkatan aktivitas antioksidan, pengaktifan reseptor pada seluruh sistem saraf pada tubuh
atau endocannabinoid, serta menghindari kematian sel-sel,” sambung dr. Handaya.

Manfaat akupuntur untuk pasien stroke juga meliputi etiologi (akar masalah) juga simtomatik atau keluhan kemampuan fisik lain yang digunakan disebabkan stroke. Berikut di tempat antaranya:

1. Manfaat Etiologi Akupuntur untuk Stroke

  • Perbaikan aliran darah ke area otak yang dimaksud menjadi pemicu stroke.
  • Mengurangi penyumbatan pembuluh darah pada otak.
  • Mengurangi kerusakan saraf otak.
  • Menangani hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Mengontrol diabetes.
  • Menangani dislipidemia atau kadar lemak darah alias lipid yang digunakan tinggi.
  • Menangani penyakit jantung.
  • Akupunktur membantu penyintas stroke terlepas dari kebiasaan buruk yang berisiko terhadap kesehatan, seperti kecanduan merokok, gangguan tidur, juga lain-lain.

2. Manfaat Simtomatik Akupuntur untuk Stroke

  • Menghilangkan nyeri kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial.
  • Menghilangkan nyeri otot akibat kekakuan otot.
  • Disfagia alias kesulitan untuk menelan.
  • Disfonia atau inovasi suara.
  • Gangguan kognitif (gangguan daya ingat)
  • Mengurangi insomnia atau kesulitan tidur.
  • Mencegah depresi atau stres.
  • Hemianopia yaitu gangguan penglihatan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours